Rabu, 01 April 2015

PENGETAHUAN LINKUNGAN (STUDI KASUS DAN PENANGGULANGAN)

     1.    Definisi Pengetahuan Lingkungan
  Pertimbangan yang sangat penting dalam memahami lingkungan adalah terjaganya kualitaslingkungan yang prosesnya sangat rumit akibat aktivitas manusia.Kehidupan dimuka bumi pada dasarnya diisi oleh sejumlah makhluk hidup yang berinteraksi, hubungan timbale balik dan beradaptasi satu sama lain jenisnya dengan benda-benda sekitarnya.
Pengetahuan Lingkungan adalah IPTEK yang mempelajari tentang proteksi lingkungan dari penyebab potensial aktivitas manusia, proteksi masyarakat dari pengaruh yang merugikan dan peningkatan kualitas lingkungan untuk kesehatan serta kehidupan yang layak bagi manusia.
     2.    Studi kasus lingkungan
    Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah, jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang atau material yang kita gunakan sehari-hari, jenis sampah sangat tergantung dari jenis yang kita konsumsi, karena itu pengelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari pengelolaan gaya hidup masyarakat. Manusia yang membuang sampah sembarangan akan mengakibatkan bencana besar yaitu banjir karena sampah tersebut akan menutup jalannya aliran air, sampah sekecil apapun itu akan berpengaruh terhadap lingkungan.
    Penanggulangan : Kesadaran masyarakat yang rendah yang memberikan dampak dari penimbunan sampah yang semakin banyak, hal ini diperlukannya kesadran masyarakat yang peduli lingkungan sekitarnya, yang tidak membiarkan sampah begitu saja, kesadaran dari masyrakatini adalah factor utama yang sangat penting. Pemisahan sampah organic dan non organic itu penting agar dengan pengolahan yang berbeda, sampah organic akan diolah dengan memanfaatkan menjadi pupuk dan pengelolaan akan efisien. Penegakan hukum tetang penyelenggaraan ketertiban, kebersihan, dan keindahan harus ditegakan dengan bijaksana dan sanksi agar masyarakat yang tidak peduli menjadi peduli dan jera serta menjadi takut atau malu untuk membuang sampah sembarangan.
      3.    Studi kasus lingkungan berdasarkan undang-undang lingkungan.
Pembangunan pabrik-pabrik semakin banyak yan didirikan, salah satunya adalah pabrik tahu yang mendapatkan izin walaupun keberadaannya ditengah-tengah pemukiman penduduk. Keberadaan pabrik tersebut akan menumbulkan dampak positif dan negative, dari segi ekonomi dapat berdampak positif yang menambah lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar sehingga mengurangi jumlah pengangguran. Tetapi dari pendirian pabrik tersebut lebih banyak dampak negatifnya  yaitu banyak keluhan yang dirasakan masyarakat sekitar mengenai polusi udara yang mengganggu aktivitas sehari-hari yang disebabkan asap pabrik dan pencemaran air akibat pembuangan limbah ke sungai atau aliran air dari pabrik.
       Dalam Undang-undang lingkungan hidup (UULH) tahun 1982, pasal 7 ayat 1 disebtkan bahwa: Setiap orang yang menjalankan suatu bidang usaha wajib memelihara kelestarian lingkungan hidup yang serasi dan seimbang untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan. Dan pada ayat 2 adalah : Kewajiban sebagaimana tersebut dalam ayat 1 pasal ini dicantumkan setiap izin yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenanang.

     Penanggulangan: Dalam perizinan diperlukannya untuuk mengidentifikasi tempat atau lokasi dari pabrik yang didirikan tersebut, pabrik terseebut harus berada jauh dari pemukiman masyarakat dan pembuangan air limbah harus mempunyai pembuangan sendirim tidak membuang nya kesungai agar tidak terjadi pencemaran air,




Nama : Lessy Novelyan Permata Sari
NPM   : 34412182
Kelas  : 3ID06
S0ftskill Pengetahuan lingkungan
Teknik Industri
Universitas Gunadarma

PENGETAHUAN LINGKUNGAN (MENCERITAKAN DIRI SENDIRI)

           Hii bloggerr selamat datang di blog saya, okay perkenalkan nama saya lessy novelyan permata sari, nama panggilan gimana enaknya saja kali ya, soalnya dikeluarga saya biasa dipanggil “Ci”, teman zaman SMA manggil saya ‘PS” itu singkatan dari nama belakang saya dan sebagian teman kampus saya malah manggil selly, ya jadi untuk panggilan gimana enaknya aja tapii tetap yang wajar yaa…   Saya lahir dibengkulu pada tanggal 17 november 1994, dulu sempat pernah tinggal dibengkulu karena orang tua merantau disana karena ada proyek dan pekerjaannya  disana, tapi diumur 4 tahun kita balik lagi ke kota kelahiran kedua orang tua yaitu dikuningan, jadi sekarang asli orang kuningan jawa barat, untuk tempat tinggal saya sudah lama tinggal di kota kuningan jawa barat , tepatnya di jl. Ponpes Paleben Timbang, CigandaMekar kab.kuningan jawa barat tetapi semenjak kuliah ini saya tinggal dengan kaka saya di daerah jl.cipinang muara kel.pondok bambu, duren sawit Jakarta timur.
           Pendidikan saya pernah sekolah di  SD depan rumah banget yaitu di SDN 1 Timbang, melanjut ke SMPN 1 Cilimus, SMAN 1 Cilimus dan terakhir saya masih mengenyam pendidikan di Universitas Gunadarma  jurusan Teknik Industri angkatan tahun 2012  dan insya allah lulus ditahun 2016, aamiin…. Hoby saya sebenarnya itu olah raga yaitu bermain basket dan badminton tetapi semenjak perkuliahan udah jarang banget main basket dan badminton, sekarang lebih sering menjalankan rutinitas kuliah dan belajar masak dikit-dikit ya hehe….,         Nama Lessy Novelyan Permata Sari mungkin teman-teman, sahabat, kerabat dan keluarga tidak asing dengan namaku ini, semua orang pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangannya, menurut diri saya sendiri, kelebihan saya bisa lebih cepat mempraktekan atau mengaplikasikan ilmu yang baru didapatkan dan gak terlalu banyak teori, tanggungjawab salah satu yang harus saya lakukan kepada siapapun dan apapun itu, Konsisten dan terdapat jiwa kemanusiaan yang besar karena pernah mengikuti kegiatan PMR dan PMI sampai sekarang sumpah panca satya pun masih melekat dan gak akan mungkin mengingkarinya, paling tidak bisa melihat membiarkan orang yang butuh pertolongan gitu aja. Saya juga punya kekurangan, mungkin sudah pada tau juga saya itu orang yang pendiam, kurang teliti , dan pelupa banget kalo menyimpan kunci motor atau apapun  itu.          Orang tua adalah bagian hidup saya yang paling berharga, apapun akan saya lakukan demi kedua orang tua saya, orang tua tidak berharap berlebihan terhadap anaknya, ia akan bangga apabila semua yang dilakukan anaknya membuahkan hasil yang terbaik sesuai rencananya, pas SMA saya mengikuti kegiatan PMR dan mengikuti kegiatan PMI dikabupaten, dari situ saya pernah mengikuti seleksi anggota PMI sewilayah III Cirebon dan alhamdulilah dalam seleksi tersebut saya masuk dan menjadi ketua divisi logistik, saat bercerita dengan orang tua mereka bangga terhadap saya karena saya bisa menunjukan bahwa saya bisa dan mampu mengikuti harapan mereka. Pada saat kuliah orang tua saya masih mengharapkan untuk masuk ke STAN yang bela-belain bayari buat ikut bimbel, dalam seleksi pertama saya lolos untuk mengikuti tahap selanjunya yaitu test fisik, saat lolos test papah saya menangis dan bangga karena perjuangannya selama ini mendapatkan hasil tetapi untuk test fisik saya merasa belum yakin dan orang tua mengetahui kondisi fisik saya bagaimana dan test fisik tersebut sangat berat, akhirnya di test fisik saya gagal karena waktunya lebih 25 detik, tetapi mereka tetap bangga terhadap saya. Terakhir saya berusaha membuat mereka senang, bahagia dan bangga terhadap saya adalah ketika saya menyiapkan kejutan dan memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk mereka dengan hasil tabungan sendiri dihari ulang tahunnya, semua itu membuat mereka percaya bahwa saya bisa melakukan apapun dengan keyakinan diri sendiri, dan berusaha untuk tidak mengecewakan kedua orang tua saya. 





Nama : Lessy Novelyan Permata Sari
NPM   : 34412182
Kelas  : 3ID06
Teknik Industri
Universitas Gunadarma

Jumat, 23 Januari 2015

BAB III METODOLOGI


3.1 Alat

          Budidaya tanaman bayam ( Amaranthus Sp) dan tanaman kangkung darat ( Ipomoea reptans) untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam dan kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bayam (Amaranthus Sp) dan kangkung darat (Ipomoea reptans), menggunakan alat dalam berbudidayanya seperti cangkul, kored, tugal, meteran, ajir, ember, timbangan, dan gembor.

3.2 Bahan

          Budidaya tanaman bayam ( Amaranthus Sp) dan tanaman kangkung darat ( Ipomoea reptans) untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam dan kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bayam (Amaranthus Sp) dan kangkung darat (Ipomoea reptans),  menggunakan bahan dalam berbudidayanya seperti Benih Bayam  (Amaranthus Sp), benih kangkung ( Ipomoea reptans), pupuk kandang dari kotoran ayam, pupuk kandang dari kotoran sapi, kantong plastik dan tali raffia.

3.3 Metode

         Budidaya tanaman bayam dan kangkung merupakan budidaya tanaman yang menggunakan tahapan-tahapan  budidaya seperti pengolahan lahan, pembuatan bedengan, perapihan bedengan, pemupukan dengan pupuk kandang, penanaman, perawatan dan pengendalian hama penyakit , panen dan pasca panen.









            Sebelum melakukan pengolahan lahan, sebaiknya memilih lahan yang subur karena tanaman bayam dan kangkung darat adalah tanaman sayuran yang membutuhkan tanah yang memiliki tekstur tanah yang gembur. Adpun syarat tumbuh tanaman bayam yaitu :
1.      Tipe tanah            : Lempung sampai lempung berpasir, gembur, subur, dan mengandung bahan organik.
2.    pH tanah optimum  : 6,0 – 6,5
3.    ketinggian tempat : 100 – 1.000 m dpl
4.   Persyaratan lain     : Lokasi terbuka dan mendapatkan sinar matahari secara langsung dan drainase air lancar.

Syarat tumbuh tanaman kangkung darat yaitu :
1.   Tipe tanah                   : Lempung sampai lempung berpasir, gembur dan mengandung bahan organik.
2.    pH tanah optimum       : 5,5 – 6,5
3.    Ketinggian tempat                : 50 – 500 m dpl
4.    Persyaratan lain          : Lokasi terbuka dan memperoleh sinar matahari langsung, masih bisa ditanam di tanah rawa yang drainasenya tidak lancar.
          Pengolahan lahan merupakan kegiatan menggemburkan tanah dan menghaluskan bongkahan tanah. Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan alat berat seperti tractor, hand tractor maupun dengan cangkul. Dalam praktikum ini, pengolahan lahan budidaya tanaman bayam dan kangkung darat seluas 20 m2 dilakukan menggunakan alat cangkul dengan  kedalaman pencangkulan ± 30 cm. Tanah dicangkul untuk membalik dan memecah agregat tanah yaitu bagian tanah yang ada didalam diletakan diluar. Pembalikan ini dilakukan agar tanah terkena sinar matahari sehingga hama seperti ulat tanah mati karena terkena sinar matahari langsung. Tidak hanya, itu pembalikan tanah juga dapat menghilangkan residu didalam tanah dan memusnahkan penyakit yang ada ditanah. Membuat bedengan dengan panjang 20 m2, lebar 1 m2, tinggi bedengan 30 cm, dan lebar pari 30 cm.
          Pembuatan bedengan ini dilakukan dengan cara mencangkul tanah yang ada di sebelah kanan dan kiri calon bedengan kemudian tanah diangkat dan diletakkan diatas bedengan, dilakukan agar parit terbentuk dengan kedalaman yang sesuai yaitu 30 cm dan agar bedengan terbentuk rapi dengan ketinggian 30 cm. Tidak hanya itu, pembutan bedengan dan pembuatan parit dilakukan agar drainase air lancar sehingga tanaman tidak tergenang air. Tanah yang masih berupa bongkahan yang ada dibedengan dicacah agar tanah menjadi lebih halus dan gembur. Bedengan dibagi dua bagian yaitu bagian timur 10 m2 dan bagian barat 10 m2.
          Bendengan yang sudah siap dan sudah rapi diberi pupuk kandang dari kotoran ayam dan pupuk kandang dai kotoran sapi yitu : 10 m2 bedengan timur dan 10 m2 bedengan barat. Pemberian pupuk kandang dilakukan dengan cara menyebar rata pupuk kebedengan dan mencampur pupuk dengan tanah yang ada dibedengan dengan cangkul. Pemberian pupuk dilakukan dengan tujuan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.
          Lahan yang sudah diberi pupuk siap untuk ditanami. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak antar baris 15 cm, dalam barisan 5 cm dengan 2 butir benih disetiap lubangnya, kemudian benih ditutup kembali dengan tanah yang ada disekitar bedengan. Dan utuk tanaman bayam, benih dicampur pasir dengan perbandingan 1:10 kemudian disebar sebanyak 20 g/10 m2. Menanam benih bayam dibedengan yang diberi pupuk kandang dari kotoran ayam dan pupuk kandang dari kotoran sapi. Benih kangkung darat juga seperti itu, ditanaman dibedengan yang dipupuk kandang dari kotoran ayam dan pupuk kandang dari kotoran sapi. Jadi diperoleh : 5 m2 tanaman kangkung darat dibedengan timur bagian timur yang diberi pupuk kandang dari kotoran sapi, 5 m2 bayam dibedengan timur bagian barat yang diberi pupuk kandang dari kotoran ayam, 5 m2 tanaman kangkung darat dibedengan barat bagian timur yang diberi pupuk kandang dari kotoran sapi, 5 m2 tanaman bayam dibedengan barat bagian barat yang diberi pupuk kandang dari kotoran ayam.
          Tanaman bayam dan tanaman kangkung darat mulai tumbuh normal 2 MST, begitupun pada 2 MST tersebut gulma dan hama penyakit mulai menyerang tanaman sehingga pada saat inilah mulai dilakukn perawatan tanaman dengan pengendalian gulma, dan hama penyakit. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara menual atau pun dengan alat seperti kored. Gulma yang tumbuh didekat tanaman dapat dicabut langsung dengan tangan, karena apabila menggunakan koret tanaman bisa rusak yang disebabkan oleh jarak tanam yang berdekatan dan akar tanaman pun bisa rusak akibat terkena kored. Hama yang menyerang dapat dikendalikan dengan memungut langsung dan membunuhnya. Dalam praktikum ini tidak ada penyakit yang berbahaya menyerang tanaman.
          Pada minggu ketiga dilakukan pengamatan tanaman bayam dan tanaman kangkung yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun. Pengamatan tanaman dilakukan dengan pengamatan 10 tanaman contoh. Memilih tanaman contoh tidak boleh memilih tanaman yang berada paling luar tetapi memilih tanaman yang berada ditenga-tengah populasi, dipilih secara acak dan tersebar.Tanaman bayam memiliki perkecambahan epigeal yaitu dicirikan dengan kotiledonnya ikut terangkat keatas permukaan tanah. Tanaman kangkung darat memiliki tipe perkecambahan hipogeal yaitu dicirikan dengan kotiledonnya tidak ikut terangkat keatas permukaan tanah. Karena bayam tipe perkecambahannya epigeal sehingga pengukuran tinggi tanamannya dari pangkal tanaman sampai titik tumbuh, sedangkan untuk tanaman kangkung darat yang memiliki tipe perkecambahan hipogeal pengukuran tinggi tanamannya dari pangkal tanaman sampai ujung daun tertinggi.
          Tanaman bayam  dan kangkung darat dapat dipanen pada minggu ke-6 atau pada umur 35 hari setelah tanama. Tanaman bayam dipanen dengan cara dicabut yang kemudian akar tanaman dicuci agar bersih dari tanah yang ikut terbawa akar pada saat pemanenan. Pemanenan tanaman bayam yang ditanaman dibedengan yang diberi pupuk kandang dari kotoran sapi dengan yang ditanam dibedengan yang diberi pupuk kandang dari kotoran ayam dipisahkan dan ditimbang berapa bobot masing-masing bayam dengan perlakuan yang berbeda tersebut dan berpa bobot tanaman yang layak jual maupun yang tidak layak jual. Untuk 10 contoh tanaman bayam, sebelum pemanenen dilakukn pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun. Setelah itu tanaman dipanen dan ditimbang berapa bobot setiap tanaman lalu dirata-ratakan, berapa jumlah daun setiap tanaman dan dirata-ratakan.  Begitu pun dengan tanaman kangkung darat, dipanen dengan cara dicabut yang kemudian akar tanaman dicuci agar bersih dari tanah yang ikut terbawa akar pada saat pemanenan. Pemanenan tanaman kangkung darat yang ditanaman dibedengan yang diberi pupuk kandang dari kotoran sapi dengan yang ditanam dibedengan yang diberi pupuk kandang dari kotoran ayam dipisahkan dan ditimbang berapa bobot masing-masing kangkung dengan perlakuan yang berbeda tersebut dan berapa bobot tanaman yang layak jual maupun tidak layak jual. Untuk 10 contoh tanaman kangkung darat, sebelum pemanenen dilakukn pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun. Setelah itu tanaman dipanen dan ditimbang berapa bobot setiap tanaman lalu dirata-ratakan, berapa jumlah daun setiap tanaman dan dirata-ratakan.
          Pasca panen tanaman bayam dan kangkung darat yaitu tanaman bayam dan kangkung darat dibersihkan dari tanah dan kotoran lainnya menggunakan air, kemudian mengikat batang tanman yang mau dipasarkan




Nama : Lessy Novelyan P.S
Kelas  : 3ID06
NPM  : 34412182
Tugas 4
Metode Penelitian




Sabtu, 29 November 2014

OVERVIEW OF SAMPLING TECHNIQUES

      IDENTIFIKASI MASALAH
      Seorang peneliti melakukan suatu penelitian di bidang pertanian yang difokuskan pada tumbuhan bayam dan bertujuan untuk mengukur tingkat ketahanan pertumbuhan dari bayam dengan penggunaan tanah yang  dicampur dengan pupuk urea dan air dengan pengolahan tanah yang berbeda. Proses penelitian diawali dengan membeli 1 bungkus benih bayam dengan berat 120gr, kemudian benih tersebut diambil sampel dan dibagi menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri 30 buah benih bayam. Benih bayam tersebut kemudian dimasukan ke dalam polybag. Proses penelitian dilakukan selama 3 minggu dan dengan tanah olahan yang berbeda serta setiap harinya disiram  berdasarkan kelompok yang telah ditentukan. Berikut ini adalah hasil dari penelitian terhadap tinggi tanaman selama 3 minggu.
Identifikasi masalah mengenai kasus diatas yang telah dijelaskan secara singkat pada pendahuluan sebelumnya berisikan analisis permasalahan mengenai teknik pengambilan sampel dan metode sampling yang digunakan dalam kasus tersebut, serta permasalahan yang didapatkan setelah mengambil data. Sampel merupakan bagian dari populasi, dimana sampel dapat mewakili keseluruhan yang berada dalam populasi. Teknik pengambilan sampel yang terkait dengan kasus tersebut adalah probability dan metode samplingnya yaitu simple random sampling. Simple random sampling adalah teknik untuk menentukan sampel secara acak dimana dalam kasus ini sampel diambil secara acak dari benih bayam tersebut.

Berikut ini adalah salah satu contoh hasil pengukuran yang didapatkan untuk sebuah sampel. Data mengenai tinggi tanaman diambil selama 1 minggu sekali selama 3 minggu. Berikut adalah hasil pengolahan data untuk tinggi tanaman.
Tabel  Data Tinggi Tanaman Bayam
Kelompok
Minggu ke-
Total
1
2
3
P0
11,64
17,9
22,34
51,88
P1
8,58
15,59
20,15
44,32
P2
10,99
14,18
19,35
44,52
P3
9,38
14,47
15,57
39,42
P4
8,45
12,71
15,22
36,38
Total
49,04
78,85
92,63
216,52
Keterangan:
P0 = Tanah Tanpa Pengolahan
P1 = Tanah 1 Kali Pengolahan
P2 = Tanah 2 Kali Pengolahan
P3 = Tanah 3 Kali Pengolahan
P4 = Tanah 4 Kali Pengolahan

a.          Menentukan hipotesis:
Ho : Penggunaan tanah yang sudah diolah kepada bayam berpengaruh terhadap pertumbuhan bayam
H1 : Pengguanaan tanah yang sudah diolah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bayam
Pengamatan yang dilakukan ini diharapkan agar mahasiswa dapat mengetahui pengaruh penggunaan tanah olahan terhadap pertumbuhan tanaman bayam, dilakukan 5 perlakuan selama 3 minggu. Perlakuan pertama P0 sebagai kontrol dengan tanah tanpa olahan , P1 dengan tanah 1 kali olahan, P2 dengan tanah 2 kali olahan, P3 dengan tanah 3 kali olahan, P4 dengan tanah 4 kali olahan. Siapkan paralon yang telah dilubangi bagian sampingnya kemudian masukkan tanah olahan kedalam paralon namun jangan terlalu padat agar air dapat meresap dengan maksimal dan akar tanaman bayam dapat menembus tanah dengan maksimal, masukkan paralon yang telah berisi tanah kedalam ember, letakkan benih bayam kedalam paralon masing – masing 30 buah benih kemudian siram.
          Percobaan kali ini tanaman bayam tumbuh cukup baik dan tidak ada tanaman bayam yang mengalami kekeringan maupun mati selam 3 minggu pengamatan. Tetapi kandungan tanah olahan yang berikan memberikan dampak pada berat dari bayam, semakin tanah dilakukan beberapa kali pengolahan yang diberikan maka berat bayam akan semakin berat dan subur karena nutrisi yang dibutuhkan tercukupi.

 Kesimpulan Studi Kasus
1.     Diagram I-P-O.
Diagram ini dimaksudkan untuk mengetahui input atau objek yang ingin diberikan perlakuan, proses atau penggambaran perlakuan yang diberikan kepada inputan dan output dari proses tersebut. Berikut ini adalah gambaran dari diagram I-P-O:
            Diagram tersebut menujukkan bahwa inputan atau objek yang diberikan perlakuan adalah benih tanaman bayam. Proses yang terjadi yaitu proses pemberian tanah olahan yang berbeda terhadap benih tanaman bayam selama 3 minggu. Output yang dihasilkan yaitu tinggi dan banyak daun bayam yang dihasilkan dari penggunaan tanah pengolahan yang berbeda-beda disetiap perlakuannya.
2.     Rancangan respon
Rancangan respon berisikan mengenai pembahasan yang menyangkut respon yang dihasilkan oleh inputan dengan perlakuan yang diberikan. Rancangan respon yang ada pada kasus ini yaitu pengaruh penggunaan tanah olahan terhadap perlakukan yang diberikan.
3.      Rancangan perlakuan
Rancangan perlakuan menjelaskan mengenai perlakuan apa saja yang diberikan kepada input sehingga dapat menghasilkan suatu respon. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan dengan pemberian tanah tanpa olahan, tanah 1 kali pengolahan, tanah 2 kali pengolahan, tanah 3 kali pengolahan dan tanah 4 kali pengolahan.
4.      Rancangan lingkungan
Rancangan lingkungan dibagi menjadi 3 yaitu rancangan acak lengkap (RAL), Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), dan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL). Rancangan lingkungan dari studi kasus di atas termasuk ke dalam  Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Kasus ini termasuk ke dalam rancangan acak lengkap karena rancangan acak lengkap merupakan jenis rancangan percobaan dimana perlakuan diberikan secara acak kepada seluruh unit percobaan. Hal ini dapat dilakukan karena tempat diadakannya percobaan relatif homogen, maksudnya adalah tanaman bayam tumbuh dengan konsentrasi kandungan tanah dan pengolahan yang sama.




Jumat, 31 Oktober 2014

PENANGGULANGAN BAHAYA SAMPAH PLASTIK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1       LATAR BELAKANG
Salah  satu  faktor  yang  menyebabkan  rusaknya  lingkungan  hidup  yang sampai  saat ini masih menjadi  renungan  besar  bagi  bangsa  Indonesia  adalah  faktor  pembuangan limbah sampah plastik, dan pembuangan sampah sembarangan ke sungai, sebenarnya kantong plastik  yang sudah menjadi sampah akan berbahaya dan sulit untuk dikelola. Manusia dapat mendeteksi berbagai hal yang mengancam hidupnya tapi belum tertanam pada diri masing-masing akan akibat yang telah dilakukan atas ketidaksadarannya dengan lingkungan.
 Lebih dari 75.000 bahan kimia sintetis telah dihasilkan manusia dalam beberapa puluh tahun terakhir, banyak yang tidak berwarna, berasa dan berbau namun potensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan yang berdampak dalam waktu jangka panjang, seperti kanker, pernafasan dan lain-lain. Potensi penyakit tersebut terlalu sering diabaikan dan tidak mempermasalahkannya yang mungkin karena penyakit tersebut akan muncul setelah beberapa tahun kedepan.
Sampah merupakan hal yang sangat banyak menyebabkan masalah, tidak hanya penyakit namun dapat menimbulkan juga bencana alam serta, lebih menari perhatian kita adalah karena sampah dapat merusak keindahan dan kebersihan sehingga tidak ada nya kenyamanan lingungan, dan mengancam kelangsungan hidup untuk penerus bangsa.

1.2      PERUMUSAN MASALAH
          Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada penelitian yaitu:
 1.      Apakah  yang  di  maksud  dengan  sampah?
 2.      Apa  saja  bagian  –  bagian  sampah? 
  3.     Bagaimana  dampak  sampah  bagi  kehidupan?                                                                         4.     Bagaimana  bahaya  sampah  plastic  bagi  kesehatan  dan  lingkungan?
5.    Bagaimana  cara  mengurangi  sampah?
6.    Apa  yang  di  maksud  dengan  prinsip  produksi  bersih?

1.3       PEMBATASAN MASALAH
1.            Penelitian dilakukan hanya seputar sampah
2.            Sampah plastik lebih dibahas dibandingkan dengan yang lain
3.            Penulisan didapatkan dari hasil yang logis atau masuk akal.

1.4       TUJUAN PENELITIAN
            Mengetahui  bahaya  racun  yang  ditimbulkan  oleh  sampah. Saat ini sampah telah banyak berubah. Di masa 1980 orang masih mnggunakan tas dan membungkus dengan daun jati, pada jaman sekarang berhadapan dengan sampah jenis baru yaitu plastic karena sekarang orang lebih banyak menggunakan plastic untuk membungkus atau untuk keperluan lain dengan plastic. Sampah plastic dibuat dari bahan sintetis, menggunakan minyak bumi sebagai bahan dasar dengan tambahan logam berat seperti kadnium, timbale, nikel, atau bahan-bahan beracun dan kandungan bahan pada plastic lebih banyak racun dan tidak akan terlepas atau terurai begitu saja dan membutuhkan waktu yang panjang agar plastic tersebut dapat terurai.
             Setelah mengetahui hal itu maka lebih hati-hati dalam penggunaan plastic, karna bahan kimia yang dikandungnya sangat berbahaya bagi tubuh kita dapat melalui minuman dan makanan. Dioksin adalah salah satu dari bahan kimia yang telah diteliti merupakan penyebab kanker, pada abu hasil pembakaran juga berisi berbagai logam berat yang terkandung dari plastic berbahaya dan dapat menimbulkan penyakit.

1.5      MANFAAT PENELITIAN
           Manfaat dari penelitian diharapkan pembaca dapat mengetahui sampah yang ada, bagian-bagian dari sampah, kandungan, jenisnya dan bahaya nya yang ditimbulkan oleh sampah khususnya sampah plastic dan cara mengurangi dan mengerti prinsip produksi bersih serta peduli lingkungan yang bersih dan sehat.

1.6       KERANGKA PIKIR PENELITIAN
1.            Pengertian Sampah
2.            Dampak Bagi Manusia dan Lingkungan Sekitar
3.            Bahaya Dari Sampah Plastik
4.            Usaha Pengendalian Sampah
5.            Prinsip Produksi Bersih
6.            Peran Pemerintah Terhadap Penanggulangan Sampah
7.            Kompos Sebagai Alternative Masalah Sampah




                                                                                                        Nama : Lessy Novelyan Permata Sari 
                                                                                                        Npm   : 34412182
                                                                                                        Kelas   : 3ID06
                                                                                                     Tugas Softskill Metode Penelitian